fbpx

Inspirasi Dekorasi Pernikahan Adat Jawa Elegan, Megah dan Sakral

dekorasi jawa

Inspirasi dekorasi pernikahan adat Jawa saat ini semakin digemari. Bukan hanya sebagai penerus kebudayaan tetapi, sudah jadi tren cukup viral di kalangan calon pengantin. Tidak lepas dari berbagai inovasi menarik yang dikembangkan oleh berbagai jasa, sehingga jadi sesuatu yang menarik.

Biasanya berawal dari berbagai warna seperti, putih, silver, hijau hingga putih. Ciri khas dekor ini masih dipertahankan seperti gunungan, gebyok, tayub hingga bleketepe. Tetapi, tidak hanya sampai di situ saja, ada penambahan lain seperti bunga atau dipadukan dengan berbagai tema seperti, vintage serta bohemian.

dekorasi adat jawa

Lampu Gantung

Dekorasi pernikahan adat Jawa modern saat ini biasanya menggunakan tambahan ornamen lampu gantung. Bentuknya cukup beragam, bisa dengan tambahan bambu modern. Bisa menggunakan bahan dari rotan sebagai alternatif lain atau dikreasikan dengan model kekinian terkini.

Dilihat dari nilai estetika menggunakan Lampu Gantung memang terlihat mengesankan. Dari segi pencahayaan untuk foto tampak terlihat terang. Lebih baik menggunakan dengan warna sedikit gelap agar panggung pelaminan terlihat mewah dan elegan.

Gunungan Wayang

Dalam tradisi Jawa, Gunungan ini sangat penting, karena merupakan sebuah simbol dari kehidupan para raja. Dalam pernikahan dua orang pengantin bisa diibaratkan ratu dan raja. Mereka dikagumi dengan berbagai desain dekorasi pernikahan adat Jawa yang memang elegan.

Penggunaannya tergantung selera, ada yang hanya ditaruh di belakang kursi pelaminan. Atau dengan desain cukup besar dan ditempatkan di bagian kanan serta kiri. Biasanya, dalam gunungan ini hadir dengan berbagai macam ukiran, melambangkan bagaimana hidup kedua pasangan di dunia.

Untuk warna biasanya mengikuti dekorasi pernikahan adat Jawa yang digunakan. Baik untuk outdoor atau indoor penggunaan gunungan tetap menarik dijadikan ornamen. Anda juga bisa menggunakannya dalam bentuk kecil, dijadikan hiasan sebagai photobooth atau tambahan hiasan untuk meja makan.

Sebagai pelengkap, bisa ditambahkan dengan kehadiran wayang.  Mungkin, Rama dan Shinta sebagai cerminan cinta sejati, atau Arjuna dengan Drupadi. Tempatkan tepat di belakang kursi  pengantin. Penokohan wayang ini merupakan cerminan dari dua pasang pengantin.

Ornamen Batik

Dekorasi pernikahan adat Jawa bisa menggunakan ornamen batik sebagai pengganti dari berbagai ukiran. Bahkan, bisa digunakan sebagai desain untuk kursi pelaminan dan tamu. Menariknya, Anda bisa menempatkan batik ini dengan berbagai ukiran, baik tradisional maupun modern.

Beberapa orang percaya, motif yang akan Anda gunakan punya makna tersendiri. Sebagai contoh Sido Mulyo, berasal dari Surakarta, mempunyai tingkat kesulitan cukup tinggi. Menurut kepercayaan kerumitan tersebut melambangkan kemuliaan untuk kedua mempelai.

Atau menggunakan Batik dengan Motif Sido Asih. Ciri khasnya berbentuk bunga atau berupa daun-daun, biasanya digunakan sebagai seragam atau busana manten. Arti dari motif ini adalah saling mengasihi satu sama lain, sehingga dalam perjalanan pernikahannya selalu harmonis dan penuh cinta.

Hiasan Bunga, Buah dan Sayur

Dekorasi pernikahan Adat Jawa menggunakan hiasan bunga memang penting, terkesan lebih natural dan menarik dipandang. Dalam adat Jawa, bunga merupakan ornamen yang harus ada. Biasanya ditempatkan pada pintu gebyok. Menurut kepercayaan, bunga bisa diartikan sebagai lambang keharmonisan antar pasangan.

Menempatkannya di gebyok merupakan pertanda, harapan, dan doa bahwa kedua pasangan selalu bahagia, harmonis, serta selama perjalanan mengarungi rumah tangga selalu harum. Artinya, tidak ada pertengkaran sehingga, membuat mereka harus berpisah.

Tidak hanya bunga saja, ada lagi buah dan sayuran juga biasa digunakan sebagai pemanis panggung pelaminan. Seperti, penggunaan janur kuning melengkung yang mengartikan ada pernikahan.

Ada lagi hiasan berupa anggur, mentimun, tomat, serta anggur. Masyarakat Jawa percaya bahwa sayur dan buah ini merupakan simbol akan kemakmuran. Pada dasarnya, setiap mempelai mencari harta untuk membeli makanan bergizi. Hiasan ini memaknai supaya dalam kehidupan selalu diberikan kelimpahan harta.

Penggunaan Warna

Warna merupakan satu poin penting dalam dekorasi pernikahan adat Jawa. Kreasinya ada banyak, salah satu yang paling sering digunakan asalah cokelat hampir mirip dengan warna kayu. Perpaduan ini cukup menarik bila dipadukan dengan latar belakang batik berbagai motif. Warna hijau bisa dijadikan sebagai pilihan lain.

Bagi Anda yang ingin menggabungkan dua tema yaitu Garden dan tradisional menggunakan warna hijau lebih tepat. Biasanya beberapa vendor akan sudah memasukkan ke dalam paket, sehingga Anda bisa memilihnya. Atau pilihan lain adalah kuning sesuai dengan warna lampu. Tampak lebih berkesan dan elegan.

Warna lain yang bisa untuk Anda jadikan pilihan adalah putih. Sesuai dengan maknanya dalam pernikahan penggunaan putih memang sering dijadikan pilihan karena, artinya adalah suci. Dalam adat Jawa, pernikahan merupakan hal yang suci, sehingga memilihnya adalah hal tepat bahkan, jika Anda menginginkan tema ini dilangsungkan di Gereja.

Pernikahan adat Jawa memang membutuhkan berbagai ornamen penting. Bahkan, penggunaannya mempunyai makna untuk kedua mempelai pengantin. Inspirasinya sangat banyak, bisa dikreasikan dengan berbagai tema lain. Dekorasi pernikahan adat Jawa selalu menghadirkan kemegahan di setiap ornamennya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *